BerandaHabar Provinsi KaltimUsai Dipanggil Presiden, Akmal...

Usai Dipanggil Presiden, Akmal Malik Bakal Panggil Seluruh OPD

Terbaru

JAKARTA. Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Akmal Malik segera menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo pasca ikut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penjabat Kepala Daerah, di Istana Negara, Senin 30 Oktober 2023.

Akmal Malik sendiri menegaskan bahwa ada 7 poin utama terkait yang harus segera ditindaklanjuti pejabat yang mengampu tugas di Provinsi masing-masing.

Terlebih kondisi kondisi global yang sedang berkecamuk akibat dampak perang Rusia-Ukraina dan invasi Israel ke Palestina. 


Multiplier effect akibat kondisi ini, perekonomian negara-negara di dunia semakin pada posisi tak menentu termasuk Indonesia.

“Sebentar lagi akan coba menindaklanjuti, saya akan kumpulkan semua OPD secepatnya untuk menindaklanjuti tujuh arahan Presiden tersebut,” tegas Akmal Malik, Selasa (31/10/2023).

Seluruh arahan tersebut ditegaskan Akmal Malik bakal segera dilakukannya di Kaltim.


Akmal Malik mengungkapkan beberapa hal  telah dilakukannya selama 1 bulan terakhir di Provinsi Kaltim.

Inflasi dan perekonomian Kaltim sendiri dikatakannya sangat terjaga, jika melihat data Badan Pusat Statistik pada bulan sebelumnya.

Dimana inflasi tahun kalender Kaltim pada September 2023 sebesar 2,49 persen, sementara inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,07 persen. 

Dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, inflasi Kaltim cenderung menurun.

Akmal Malik juga telah meninjau Pasar Segiri Kota Samarinda pada Sabtu 28 Oktober 2023 dan menemukan kedelai serta beras yang harganya dirasakan mahal.

Namun demikian, soal rantai pasok ke pasar yang cenderung lancar, membuatnya optimis inflasi tetap terjaga. 

Harga bahan pokok dan ketimpangan yang terjadi akan diperhatikan, jika perlu lakukan intervensi di lapangan.

Sementara Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kaltim pada Triwulan II tahun 2023 mencapai angka positif.

Data dari BPS Kaltim pula, menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,84 persen pada periode tersebut. 

Angka ini mengalami peningkatan yang signifikan dari Triwulan II tahun 2022 yang hanya mencapai 3,62 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kaltim menurut BPS Kaltim berasal dari performa yang positif di berbagai sektor usaha.
Salah satu yang menjadi pendorong utama adalah sektor konstruksi yang memberikan kontribusi terbesar dengan pertumbuhan sebesar 22,12 persen, tertinggi mencapai pada triwulan II tahun ini.

Hal itu tak lepas dari kemajuan dalam pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) turut berdampak positif pada ekonomi dan sektor industri. 

“Saat ini 2 persen inflasi, jika dibanding tumbuhnya perekonomian 6 persen sebetulnya aman, tapi tetap kita jaga,” tukas Akmal Malik.


Kemudian fenomena El Nino yang melanda Indonesia, di Kaltim berdampak ke aspek produksi sentra-sentra pangan yang menyebabkan turunnya produksi petani, karena kekurangan pasokan air.

Lalu terkait investasi dan percepatan birokrasi perizinan juga akan dilakukan penyederhanaan untuk mempermudah investor menanamkan modalnya.

Akmal Malik juga menekankan bahwa ke depan akan membangun data presisi, pelaku usaha besar dan pelaku UMKM juga harus memiliki data yang tepat.


“Ke depan harus kita siapkan, agar intervensi kita tepat dan akurat. Jadi tidak mudah sesungguhnya kemitraan itu, jika tidak didukung dengan data yang presisi,” sambungnya.

Mengenai netralitas ASN, semua yang bekerja di lingkup Pemprov Kaltim ditegaskannya harus menjaga netralitas pada Pemilu 2024.

Menghadapi tahun politik, ia berkomitmen mendukung KPU, Bawaslu dan paling utama tidak memihak siapapun, serta memastikan semua ASN dapat menjaga netralitas.

Pemprov Kaltim akan senantiasa tetap menjaga kerukunan umat beragama dan kondusifitas di tahun politik.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka