BerandaHabar KotabaruKetua Komisi I DPRD...

Ketua Komisi I DPRD Kotabaru Sinkronisasi Rencana Strategis Nasional Dengan Kabupaten

Terbaru

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Gewsima Mega Putra mengatakan pihaknya tengah mencocokkan perencanaan strategis nasional dengan Kabupaten Kotabaru pada bidang smelter.

“Kami mensinkronkan antara perencanaan strategis nasional dengan kabupaten mengenai pembangunan smelter, sudah sejak 2011 sampai 2023 hari ini minim progres,” kata Gewsima Mega Putra melalui keterangan tertulis di Kotabaru, Sabtu (21/1/2023).

Menurut Gewsima, pihaknya mengejar progres pekerjaan pembangunan smelter ini, agar hasil tambang tidak dijual secara mentah sesuai dengan instruksi presiden.

“Dampak dari selesainya pekerjaan smelter yang dibangun akan menyerap tenaga lokal yang cukup besar,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan wilayah Sebuku tidak hanya bicara biji besi, tapi ada beberapa perusahaan yang sudah menggali nikel di kawasan tersebut.

“Saya tidak bisa tutup mata, apa pun yang keluar dari perut wilayah Sebuku harus memiliki manfaat bagi masyarakat Kotabaru, khususnya warga sekitar terlebih pendapatan asli daerah (PAD) Kotabaru,” ujar Gewsima.

Dari luas pulau sekitar 27.500 hektare, Gewsima Putra menuturkan PT SILO menguasai konsesi tambang bijih besi cukup besar yakni seluas 8.086 hektar, namun minim efek terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Sampai hari ini wilayah Sebuku sangat minim air bersih dan listrik, akses jalan juga sangat minim, tingkat kemiskinan juga masih ada, karena wilayah sebuku masuk SK kawasan kumuh,” ucapnya.

“Kami berharap pembangunan smelter ini cepat selesai, jangan sampai wilayah Kotabaru tertinggal lagi dengan Tanah Bumbu yang juga sedang membangun smelter,” tambah Gewsima.

Diketahui, Menurut data Kementerian Investasi/BKPM RI, proyek Smelter Steel Billet tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp 6 triliun dengan desain smelter berupa fasilitas produksi baja kasar dengan proses BF-BOF (Blast Furnace Basic Oxygen Furnace), Ladle Furnace dan CCM (Continuous Casting Machine) dengan kapasitas produksi 600.000 ton per tahun.

Sebagai informasi, Pulau Sebuku merupakan pulau yang kaya akan batu bara, bijih besi, nikel dan minyak bumi.

(Nsr/Hk/Adv)

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka