BerandaHabar Banjarmasin20 Ribu Butir Obat...

20 Ribu Butir Obat Tanpa Merk Diduga Mengandung Narkoba Diamankan di Banjarmasin

Terbaru

Banjarmasin – Puluhan ribu butir obat tanpa merk yang diduga kuat mengandung carnophen atau narkoba berhasil diamankan jajaran Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan.

Obat-obatan tersebut ditemukan pada seorang pria berinisial IM (47) di Jalan SMPN 27, RT 01 RW 01, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Selasa (9/7/2024) malam.

Penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima oleh petugas Opsnal Subdit I dan Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Kalsel mengenai transaksi narkotika.

73f226a3 b905 4334 8805 71d222aa2ee4
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan, Kombe Pol. Kelana Jaya.( Foto: Habar Kalimantan)

Berdasarkan informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan menggunakan data-data ilmiah untuk menentukan lokasi tempat tinggal terduga pelaku.

Dipimpin oleh AKBP Zaenal Arifien SH MAg, tim Opsnal Subdit I dan II mendatangi sebuah kontrakan di mana mereka menemukan IM.

Setelah penggeledahan, petugas menemukan puluhan ribu obat tanpa merk yang telah dipaket menjadi puluhan paket besar, sedang, dan kecil, dibungkus plastik hitam di dalam kamar kontrakan. Total obat-obatan tersebut berjumlah sekitar 20.680 butir.

Selain obat-obatan, petugas juga mengamankan uang tunai sekitar Rp1.650.000 yang diduga merupakan hasil transaksi. IM kemudian dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Kalsel bersama barang bukti.

Direktur Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya SIK MH, menyatakan pihaknya akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan apakah obat tanpa merk tersebut mengandung narkoba atau hanya masuk dalam daftar G.

“Akan kami lakukan uji laboratorium untuk memastikan apakah obat ini mengandung narkoba atau hanya daftar G saja,” katanya pada Kamis (10/7/2024) dihubungi Habarkalimantan.com.

Kombes Pol Kelana Jaya SIK MH menambahkan bahwa saat ini pihaknya menjerat pelaku dengan Pasal 435 Jo Pasal 138 Ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Kalau nanti hasil uji laboratorium menunjukkan obat ini mengandung narkotika, maka bisa kami kaitkan dengan UU Narkotika juga,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka