BerandaHabar Provinsi KalselHabar KotabaruPeningkatan Jalan Lontar -...

Peningkatan Jalan Lontar – Tanjung Seloka, Kadis PUPR Pastikan Tidak Akan Gagal

Terbaru

Kotabaru – Mundurnya CV Citra Berkah Nusantara sebagai kontraktor pemenang pekerjaan konstruksi peningkatan ruas jalan Lontar-Tanjung Seloka kini bergulir ke meja DPRD Kabupaten Kotabaru, Senin (23/5/2022).

Komisi gabungan di DPRD Kotabaru menggelar rapat dengar pendapat, menyusul desakan masyarakat yang khawatir proyek bersumber dari APBN tersebut batal dilaksanakan sehingga dana kembali ke Pemerintah Pusat.

Rapat dengar pendapat dihadiri oleh Ketua DPRD dan Wakil DPRD Kotabaru anggota DPRD dari komisi 2, Kepala Dinas PUPR, Kepala BPKAD, Kabid Pengadaan Barang dan Jasa perwakilan CV Citra Berkah Nusantara, Sekretaris Kadin, Camat Pulau laut Barat perwakilan masyarakat dari Lontar dan Tanjung Seloka dan pihak-pihak yang terkait.

IMG 20220525 WA0031

Dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Syairi Muklis sempat terjadi perdebatan sengit terkait buntut mundurnya kontraktor pemenang.

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis mengatakan, dilaksanakan rapat dengar pendapat karena kekhawatiran masyarakat pekerjaan ruas jalan Lontar-Tanjung Seloka gagal dilaksanakan.

“Kami di DPRD menekankan jangan sampai DAK ini gagal. Sementara daerah-daerah lain berlomba-lomba mendapatkan DAK. Tapi ketika kita sudah dapat kegiatan ini hangus,” katanya.

Adakah jaminan kegiatan bisa dilaksanakan. Singgung Syairi, mendengar paparan Kepala BPKAD, kegiatan masih bisa dilaksanakan.

“Sesuai jadwal tahapan, pencairan terakhir tahap pertama 21 Juli 2022. Terakhir lelang 21 Juni, jadi masih ada jeda waktu sebulan lagi,” terangnya.

Kepala Dinas PUPR Kotabaru Suprapti Tri Astuti mengatakan, sebelum batas waktu pencairan pihaknya akan memastikan sudah ada kontrak.

“Apa yang disampaikan sama Pak Ketua dan kawan-kawan di dewan, kami menghormati itu. Dan, kami berjanji pekerjaan tidak akan batal, gagal sampai proses lelang selesai. Dan kita akan mencairkan di 21 Juli batas akhir tahap pertama,” tutupnya.

IMG 20220525 WA0032

Sementara itu, Salah satu warga Tanjung Seloka Hamdi menyampaikan pendapatnya di tengah rapat dengar pendapat, ia khawatir lantaran jalan tersebut adalah akses jalan penghubung yang sangat diperlukan masyarakat Lontar dan Tanjung Seloka.

“Semoga proyek jalan tersebut bisa dikerjakan karena jalan tersebut untuk kepentingan orang banyak. Ini kita kemukakan khususnya pada anggota DPRD yang mewakili dari dapil kita untuk bisa memperjuangkan supaya jalan tersebut bisa dikerjakan kembali,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka