BerandaHabar UtamaMenelisik Limbah, Dibalik Minuman...

Menelisik Limbah, Dibalik Minuman Kekinian Yang Menjamur

Terbaru

Siapa yang tidak pernah menikmati minuman kekinian atau menikmati kopi dari berbagai kedai Kopi maupun Cafe modern dengan berbagai macam varian jenis baik rasa maupun rupa yang ditawarkan.

Namun, dibalik fenomenanya yang menjamur kedai minuman kekinian dan Cafe kopi tersebut, limbah plastik yang ada di sejumlah daerah pun terus meningkat termasuk di Kabupaten Banjar, Kamis (06/10/2022).

Banyaknya sampah yang dihasilkan tidak sebanding dengan petugas yang mengelola limbah plastik, sehingga menjadikan penanganan sampah belum maksimal seperti yang diutarakan oleh Kasi Pengelolaan Persampahan Dinas Perkim LH Kabupaten Banjar, Adi Winoto.

“Ya untuk saat ini sampah plastik yang dihasilkan, sebagian kita proses di TPS3R yang ada dan TPA Cahaya Kencana. Namun dengan keterbatasan petugas pemilahan yang dimiliki, sehingga masih belum maksimal dalam penanganan sampah plastik,” ucapnya.

Masalah limbah plastik, bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi pemilahan sampah dari masyarakat juga menjadi kunci agar bisa mengurangi intensitas adanya limbah yang dihasilkan.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama pelaku usaha agar dapat melakukan pemilahan sampah sebelum sampah dibuang ke TPS/TPS3R yang telah di tentukan oleh pemerintah, dan berharap agar pengelolaan sampah di Kabupaten Banjar khususnya masalah sampah plastik ini, agar masyarakat dapat melakukan pemilahan sendiri di rumah masing-masing,” pungkas Adi.

Untuk mempermudah pemilahan, tentu nya di setiap kedai minuman harus menyediakan tempat sampah khusus untuk membuang wadah plastik bekas minuman tersebut.

“Sebagai masyarakat yang juga sering menikmati minuman di kedai kedai yang ada disini, menyarankan sih kalau di setiap tempat minum nya itu disediakan tempat sampah, jadi kalau habis minum ditempat bisa langsung buang ke tempat sampah yang sudah disediakan, karena juga kan memudahkan bagi pemilik usaha kalau ingin memilah sampah nya sebelum dibuang ke TPS,” tutup Aldy, Salah satu masyarakat saat ditemui di Kedai Minuman Gambut KM 14.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka