BerandaHabar Provinsi KalselHabar BanjarmasinDirut PDAM Sampaikan Capaian...

Dirut PDAM Sampaikan Capaian Kinerja 2021 dan Rencana Kerja 2022

Terbaru

BANJARMASIN,– Banyak capaian yang sudah diraih PDAM Bandarmasin di 2021 ini, Direktur Utama DAM Bandarmasih menyampaikan capaian kinerja 2021 dan perencanaan kerja 2022 pada Senin (27/12/2021) di Aula kantor pusat km 2 sebagai wujud transparansi informasi perusahaan.

Direktur Utama Ir Yudha Achmady memulai pertemuan itu dengan memaparkan data cakupan pelayanan PDAM Bandarmasih, per 2021, cakupan pelayanan berdasarkan audit perusahaan hanya melingkupi 85 persen jauh menurun dari pada tahun sebelumnya yang mencapai 99 persen.

Hal ini disinyalir terjadi karena pertumbuhan penduduk yang sangat cepat.

Konsumsi pelanggan di 2021 mencapai hampir 19 kubik per bulannya, sesuai dengan yang ditargetkan oleh perusahaan.

“Walaupun di kondisi pandemi, alhamdulillah konsumsi air masyarakat masih tinggi,” ujarnya.

Kebocoran pada tahun 2021 diprediksi menyebabkan kehilangan air sebanyak 28,45%. Yudha menjelaskan tantangan yang selalu dihadapi oleh PDAM Bandarmasih ialah untuk menurunkan tingkat kehilangan air atau NRW (Non Revenue Water).

Ia menyebutkan perusahaan air minum itu sendiri memang tidak mampu untuk mendistribusikan air dengan tekanan tertentu, walaupun pendistribusian dilakukan dengan tekanan rata-rata nyatanya masih tetap sering terjadi kebocoran yang menyebabkan air hilang, salah satunya karena pipa utama sudah berumur cukup tua.

“Menjadi dilema kita juga, ingin menambah tidak bisa, tapi dengan tekanan standar juga tetap masih ada kebocoran,” jelasnya.

Teman-teman jaringan berupaya untuk menekan tingkat kebocoran, kini mencoba dengan cara memperbaiki jaringan perpipaan, tanpa menambah tekanan.

Direncanakan penggantian pipa 800 di 2022, dari IPA 1 A Yani hingga Sutoyo. Awalnya, direncanakan untuk membangun reservoir, namun setelah dikaji oleh konsultan ahli secara teknis kawasan tersebut tidak memungkinkan untuk dibangun reservoir dengan kapasitas besar. Atas pertimbangan itu maka diriubah dengan membesarkan diameter pipa agar air dapat terdistribusi dengan baik.

“Karena tidak memungkinkan untuk reservoir, maka kami sepakat untuk menambah diameter pipa menjadi 800,” ucapnya.

Pemasangan pipa pun saat ini masih terkendala dengan perijinan, karena diharuskan untuk konsultasi lebih dulu dengan balai jalan, meminta analisa dampak lingkungan dan lalu lintas. Pemasangan tidak bisa serta merta langsung dilakukan karena harus melalui berbagai pertimbangan, mekanismenya nanti tergantung dari rekomendasi yang diberikan untuk perusahaan.

“Tidak bisa sembarangan karena terkait dengan hajat orang banyak,” jelasnya.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih itu juga menjelaskan ada perencanaan pemasangan pipa di Sungai Andai, karena memang pipa arah utara sebelah kanan memang diameternya kurang, dan laju pertumbuhan Sungai Andai sangat cepat melebihi prediksi.

Makanya ketika ada gangguan atau kebocoran, pemulihannya memakan waktu yang cukup lama.

Ia menjelaskan pemasangan pipa dilakukan dengan menarik dari IPA 2 Pramuka ke Benua Anyar, lalu dari Benua Anyar disambung ke simpang lima Sungai Andai. Selain pemasangan pipa, dalam upaya optimalisasi pelayanan PDAM Bandarmasih juga akan membangun reservoir di Sungai Andai.

“Kita sudah ada lahan di sana, tinggal membangunnya lagi,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan saat ini PDAM Bandarmasih sedang mengurus terkait perizinan pengambilan air baku dari sungai bilu yang diharapkan bisa selesai di 2022.

Selain itu, perusahaan air minum itu kini sedang proses membuat pengolahan atau pengadukan bahan kimia dan Decanter.

Decanter atau optimalisasi pengolahan lumpur bertujuan untuk mengolah lumpur cair menjadi bertesktur padat seperti kue. Sebab biasanya pada saat-saat tertentu lumpur cair dapat melimpah keluar jatuh ke drainase.

“Kalau ada limpasan tertahan di drainase, diangkut dengan tangki ke IPA 2 km 6,” jelasnya.

Sebagai tanggung jawab sosial, PDAM Bandarmasih turun ke lapangan untuk membersihkan wilayah belakang IPA 1 A Yani, kegiatan ini diagendakan untuk dilakukan dua kali dalam setahun. Saat pembersihan, ia menyebutkan yang ditemukan justru bukan lumpur melainkan sampah.

“Memang permukaannya secara kasat mata terlihat warna kuning sehingga terlihat seperti limpasan lumpur kita,” jelasnya.

Sehingga ia menargetkan Decanter selesai di 2022. Lumpur yang telah melalui proses pengolahan Decanter teksturnya akan berubah menjadi padat, ia menyebutkan lumpur “cake” ini sangat bagus untuk digunakan sebagai pupuk.

Direktur Utama itu berharap di 2022 perencanaan terkait pemasangan pipa di Sutoyo, air baku Sungai Bilu, dan decanter dapat terealisasikan.

Ia juga menyampaikan terkait rencana PDAM Bandarmasih untuk membuka rekrutmen pekerja kontrak di 2022 mendatang, sebab dalam kurun waktu tiga tahun terakhir cukup banyak karyawan yang telah pensiun.

“Secara rasio makin kecil, kalau terlalu sedikit cukup mengkhawatirkan,” jelasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka