Dulu Pernah Gulung Tikar, Sekarang Sukses Usaha Sabun

Terbaru

BANJARBARU,- Berbagai terobosan membangun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus dilakukan masyarakat untuk bertahan selama masa pandemi Covid-19. Salah satunya usaha sabun cuci piring dan cuci tangan yang digagas Irwaningsih atau akrab disapa Ani.

Sabun dengan nama brand Bigfast ini terbilang UMKM yang berhasil, dengan kurun waktu 5 bulan.

Ani sering mengikuti undangan di beberapa event/bazzar yang diadakan oleh pihak pemerintah provinsi, kota maupun swasta, disana ia tidak segan mengenalkan produknya, agar lebih dikenal oleh khalayak ramai.

Ani sempat mempunyai usaha UMKM di bidang kuliner, dikarenakan pandemi memaksakannya untuk gulung tikar, suaminya yang bekerja sebagai keamanan disalah satu perusahaan di Kota Banjarbaru terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dari keterpurukan ekonomi, mereka terpikir untuk memiliki usaha kembali, dan muncul ide usaha pembuatan sabun cuci piring dan cuci tangan.

“Awal terpikirkan, karena kami tidak mempunyai usaha, awalnya di kuliner, tapi awal pandemi 2 tahun lalu kita gulung tikar dan suami juga kena PHK, lalu kita memikirkan sesuatu untuk kita kerjakan lagi tapi jangan kuliner, kita mencari expired-nya panjang dan sebuah kebutuhan rumah tangga, setelah kita pikir-pikir, tidak tahu kita mikirnya kesini (Sabun cuci piring dan sabun cuci tangan), pas kebetulan juga ade dari suami di kediri punya usaha sabun tapi fokusnya ke pakaian dan pembalut.
,” ucap Ani

Untuk perizinan sabun Bigfast sudah memiliki Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), Online Single Submission (OSS), dan sudah sampai label Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Alhamdulillah, perizinan dari izin edar, produksi dan halal sudah kita kantongi semua,” katanya.

Ia berharap dengan usahanya, benar-benar menjadi suatu usaha UMKM yang mempunyai legalitas dan kualitas.

“Alhamdulillah, produk kami dapat bersaing di pasaran dan sudah ada legalitas usaha. Kami juga sangat optimis, saat mengurus legalitas, produk ini ternyata di Kalsel baru ada 16 usaha sejenis yang terdata, Untuk hak paten prosesnya itu 2 tahun, dan sudah kita diajukan,” pungkasnya.

Harga relatif murah dan bersaing dipasaran. Bigfast sabun cuci piring aroma jeruk nipis dan lemon ukuran 5 liter Rp75 ribu, 1 liter Rp 16 ribu dan 475 ml Rp 9000.

Bigfast sabun cuci tangan aroma strawberry dan anggur ukuran 5 liter Rp 60 ribu, ukuran 1 liter Rp 15 ribu, 475 ml Rp 9 ribu dan 500 ml 17 ribu. Untuk harga reseller akan lebih murah.

Untuk pemasarannya sendiri Ani fokus di Banjarbaru dan Martapura, serta melayani rumah makan.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka