BerandaHabar Provinsi KalselHabar BanjarMusorkab KONI Banjar Diwarnai...

Musorkab KONI Banjar Diwarnai Protes Dan Walk Out

Terbaru

BANJAR,- Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banjar, diwarnai aksi protes hingga Walk Out sejumlah pengurus Cabang Olahraga (Cabor) pada Rabu (08/12/2021).

Meski demikian Musorkab yang terselenggara di salah satu Hotel di Kabupaten Banjar tersebut tetap berlanjut hingga menetapkan H. Usman Effendy sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Banjar periode 2021-2025.

Mewakili sejumlah Pimpinan Cabor yang melakukan aksi Walk Out, Ketua Cabor karate, Irwan Bora mengemukakan jika pihaknya Walk Out lantaran keberatan dengan keputusan panitia penjaringan yang akan melakukan pemilihan secara aklamasi.

“Sementara kami memiliki kandidat yakni Gusti Abdurrahman didiskualifikasi lantaran dinilai melanggar regulasi oleh tim penjaringan, kami merasa keberatan. Sementara jika dilihat dari awal, mekanisme penjaringan cacat hukum dengan tidak diselenggarakannya rapat anggota untuk menampung aspirasi para cabor ini. Jadi seakan-akan main tunjuk saja, kami juga merasa Musrokab KONI Kabupaten Banjar ini di kriminalisasi,” Papar Irwan Bora yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Banjar ini.

Irwan juga berpendapat jika Musorkab yang diselenggarakan Koni Kabupaten Banjar tersebut tidak kuorum.

“Karena kami memilih Walk Out, jika tetap berlanjut maka akan cacat hukum, tidak demokrasi dan memaksakan kehendak. Jika berbicara regulasi semua yang dilakukan panitia penjaringan dari awal menyalahi aturan,” tegasnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama ketika dikonfirmasi, Sekretaris Tim Penjaringan Calon Ketua Koni Banjar, Kun Nasrullah menjelaskan bahwa penyebab kandidat Gusti Abdurrahman gugur sebagai calon, lantaran berbenturan dengan aturan, salah satunya syarat ketua umum tidak boleh memiliki jabatan sebagai anggota DPRD.

“Kita sudah beberapa kali melakukan musyawarah, namun mereka tetap bersikeras. Sementara dalam tatib pemilihan dan aturan itu sudah jelas tertera,” Jelasnya.

Tidak hanya itu, setelah kesepakatan bersama yang gagal, langkah voting pun diambil untuk menentukan keberlanjutan Musrokab tersebut.

“Suara mayoritas menginginkan Musorkab tetap berlanjut, voting pun sudah sah menurut AD/ART karena kehadiran peserta sudah mencapai ⅔ dari cabor olahraga. Bahkan terlihat nampak hampir  semua cabor berhadir. Sementara untuk pengambilan keputusan dalam musrokab itu perlu 50 plus 1 suara yang hadir,” tutupnya. 

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka