BerandaBanjirBanjir Turut Menggenangi 79...

Banjir Turut Menggenangi 79 Unit Sekolah di Kabupaten Banjar, 6 SD Sangat Terdampak

Terbaru

Martapura – Musibah banjir yang melanda 13 Kecamtanan di Kabupaten Banjar menyebabkan sedikitnya 79 unit Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) turut mengalami kebanjiran.

Berdasarkan data sekolah terdampak banjir dari pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar pada Desember 2021 ini, Plt Kepala Disdik Banjar Liana Penny menjelaskan, dari 66 unit SD terdampak banjir ini, yang sangat terdampak banjir ada 6 unit SD.

“Keenam sekolah ini di antaranya, SDN Tambak Baru Ulu, SDN Tambal Baru Ilir, SDN Bincau Muara, SDN Tunggul Irang Ulu, SDN Jawa Laut 1 dan SDN Murung Kenanga,” bebernya.

79 Unit Sekolah di Kabupaten Banjar Terdampak Banjir Begini Penjelasan Disdik

Sementara itu Liana Penny menambahkan, tak hanya 6 unit SD saja yang terdampak. Melainkan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Banjar turut terkena banjir.

“Ada 13 SMP yang terkena banjir saat ini, baik di halaman maupun sekolahannya. Seperti, di SMP 4 Martapura, SMPN 1 Aluh-Aluh, SMPN 3 Sungai Tabuk, SMPN 2 Aluh-Aluh, SMPN 2 Martapura Timur, SMPN 3 Gambut, SMPN 5 Martapura, SMPN 2 sungai Tabuk, SMPN 3 Astambul, SMPN 4 Sungai Tabuk, SMPN 1 Astambul, SMPN 4 Cintapuri Darussalam serta SMPN 3 Aluh-Aluh,” rincinya.

Di tengah intensitas curah hujan meningkat dan debit air sewaktu-waktu tinggi jika kembali terjadi hujan deras, dirinya mengimbau, kepada pihak sekolah agar segera melakukan antisipasi terhadap banjir. Terutama mengamankan sarana dan prasarana sekolah saat banjir.

Dirinya menegaskan, Disdik Kabupaten Banjar bersama pihak sekolah, siap dalam menghadapi bencana banjir, jika berlangsung lama.

Lebih jauh dikatakannya, jika bencana banjir kembali meningkat seperti pada awal tahun tadi, pihaknya akan memberlakukan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah yang terdampak banjir dan tidak memungkinkan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas.

“Karena keselamatan peserta didik dan guru itu yang utama. Namun, saat ini kegiatan belajar mengajar siswa, sudah memasuki liburan semester ganjil, mulai tanggal 20 sampai 31 Desember 2021. Dan 2 Januari 2022 nanti, kita sudah memasuki semester genap,” ucapnya.

Dirinya berharap, agar bencana banjir segera berakhir. Melihat kondisi air banjir di Kecamatan Pengaron mulai surut.

“Kita juga sudah mengimbau terkait bencana banjir kepada pihak sekolah melalui sosialisasi dana Bos dan bencana banjir, apabila terjadi kerusakan ringan pada infrastruktur sekolah, bisa dilakukan perbaikan menggunakan dana Bos. Kalau kerusakan ringan di dibiarkan, nantinya bisa tambah parah,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka